Kamis, 29 November 2012
Cinta" KOEPOE"
Separuh nafasku ku hembuskan untuk cintaku
Biar rinduku sampai kepada pangeranku.
Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu.
Walau dunia menolak ku tak takut
Tetap ku katakan ku cinta dirimu.
Karena kamu bintang di hatiku
Takkan ada yang lain
mampu goyahkan rasa cintaku padamu
Sudah jangan kau usik lagi
Cinta yang tertanam di hati akan ku bawa sampai mati
Selasa, 27 November 2012
Mencintaimu dg Caraku Sendiri " KOEPOE"
KOEPOE
Cinta tak harus memiliki
Mencintai bukanlah menguasai.
Biarlah kumencintai dengan caraku sendiri.
Cinta tak harus memiliki tapi hanya bisa dirasakan.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasi.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasi.
Cinta Tak Harus Saling Memiliki
Karena Cinta yang Sejati
Selalu Ingin Membahagiakan
Orang Yang dicintai.
Cinta..
Memang aku mencintaimu
Tak dapat ku pungkiri
Hatiku hanya untukmu
Namun cinta tak harus memiliki
Bila kita memang tak bisa bersama
Jangan paksa lagi ‘tuk bersama
Berpisah jika itu yang terbaik
Aku tak menyesalinya..
Bahagia..
Aku ingin kau bahagia
Sedih..
Entah bagaimana rasanya
Ketika cinta mulai pergi
Aku tau kau kan sedih
Namun hanya sementara
Dan akhirnya, kau pasti bahagia..
Aku tak bisa buat kau nyaman di sisiku
Walau betapa pun mencinta
Jika bersama tak kan bahagia
Berpisah lebih baik adanya..
Relakan saja perpisahan ini
Demi malam yang indah
Pagi yang cerah
Ku kan pergi menyimpan kenangan indah kita berdua..
Hidup untukmu, mati Tanpamu
Begitu banyak hal yang ku alami,
yang ku temui
Saat bersamamu ku rasa senang,
Saat bersamamu ku rasa senang,
ku rasa sedih
Air mata ini menyadarkanku
Kau takkan pernah jadi milikku
Air mata ini menyadarkanku
Kau takkan pernah jadi milikku
Air mata ini menyadarkanku
Kau takkan pernah menjadi milikku
Tak pernah ku mengerti aku segila ini
Aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Tak pernah ku sadari aku sebodoh ini.
Aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Tak pernah ku sadari aku sebodoh ini.
Aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Air mata ini menyadarkanku oooh
Kau takkan pernah menjadi milikku ooo
Kau takkan pernah menjadi milikku ooo
Tak pernah ku mengerti aku segila ini.
Aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Tak pernah ku sadari aku sebodoh ini
Aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Jumat, 23 November 2012
Kasih tak sampai
Terasa indah
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki
Namun bila itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang terbayang
Menyatukan perasaan kita .
Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita
Terlambat sudah
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini.
Menjadi saksi kita berdua .
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki
Namun bila itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang terbayang
Menyatukan perasaan kita .
Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita
Terlambat sudah
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini.
Menjadi saksi kita berdua .
Bahasa Hati
Waktu terus berlalu
Tanpa kusadari yang ada
hanya aku dan kenangan..
Masih teringat jelas
Senyum terakhir yang kau beri untukku
Tak pernah ku mencoba
Dan tak ingin ku mengisi hati ku dengan cinta yang lain
Kan kubiarkan ruang hampa didalam hidupku
Bila aku harus mencintai dan berbagi hati itu hanya denganmu,
Namun bila kuharus tanpamu,
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Hanya dirimu yang pernah tenangkanku
Dalam pelukmu saat ku menangis
Tanpa kusadari yang ada
hanya aku dan kenangan..
Masih teringat jelas
Senyum terakhir yang kau beri untukku
Tak pernah ku mencoba
Dan tak ingin ku mengisi hati ku dengan cinta yang lain
Kan kubiarkan ruang hampa didalam hidupku
Bila aku harus mencintai dan berbagi hati itu hanya denganmu,
Namun bila kuharus tanpamu,
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Hanya dirimu yang pernah tenangkanku
Dalam pelukmu saat ku menangis
Selasa, 13 November 2012
KOEPOE
aq tak mampu memberimu berjuTa kata,, karena aq bukan se0rang yg puitis, .
Dan aq pun tak mampu berikanmu berjuta kenangan,, karena aku tak mau tuk kau kenang, dan yg aku ingin aku bukan jd kenangan untUkmu, tp aq jadi sepercik bayangan yg akan selalu bersamamu kelak. Namun aku tak mampu lakukan semua itu.
karena hanya bayang semu yang selalu terpancar dalam MATA INI. Aku tak mampu melihat kau menangis, karena kala itu hati ini terasa tersayat.
Andai kau ijinkan walau sekejap memandang
Ku buktikan kepadamu aku meiliki rasa
cinta yang ku pendam tak sempat aku nyatakan
Karena kau telah memilih menutup pintu hatimu
ijinkan aku membuktikan inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu
Sayangku oh dengarkanlah isi hatiku
Cintaku oh dengarkanlah isi hatiku
Bila cinta tak mungkin menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Ijinkan aku tetap menyayangimu
Sayangku oh dengarkanlah isi hatiku
Aku sayang padamu
Selasa, 06 November 2012
dramaku
MELODI SENJA MALAM
KARYA . LISTYA - SMK NEGERI 1 REMBANG
Dibawah luasnya langit jagad raya ini yg bertaburkan debu
kasih sayang, dan berliku-liku jalan kehidupan. Dirinya tak pernah tersentuh
lembut jari tangan Ibunda dan tak diharapkan untuk menjumpai indahnya dunia
yang fana ini. hangatnya selimut kalbu,Ibunda mengimpikan seorang anak yang
terlahir gagah perkasa.
Seperti senja ini di ruang tamu......
Seketika
terdengar seruan lagu bersenandung rindu ..!!!
Melodi :” Lagu itu.... mengapa tak pernah ku
dengar ibu yang menyanyikan untuk ku..”
Mengapa ibu tak pernah sedetikpun
memperhatikanku, lembutnya sentuhan itu
hampir tak pernah aku dapatkan selama aku hidup 12 tahun . ibu –pun tak pernah
menganggap aku ada,..” ( sesaat ketika
mendengarkan lagu timang – timang ).
Giska : “ jangan
pernah bilang begitu! sebenarnya dihati ibu ada kamu dek, mungkin saja saat ini ibu enggan
membuka sedikit hatinya. Sejujurnya dulu ibu pengen memiliki anak laki2, tapi perempuan yang dikasih tuhan
untuknya, Sudah masih ada kakak kan dik.”
Melodi : Tapi kak... sejak kecil ibu jarang merawat
ku, jangankan menggendongku. Bahkan diwaktu kecil
aku tak pernah sekali-pun dimandikan oleh ibu . haruskah aqu tak mengeluh
dengan semua itu kak??
Giska : Sudah dek, sabar !!! suatu saat nanti pasti ada waktu tersendiri
untuk ibu bisa membuka hatinya.
Melodi :
Apakah besok,.. setelah kepergian
ku , dan setelah tuhan mengambil ku, apakah ibu baru akan sayang padaku?
Giska : dek, jaga bicaramu, kakak tak suka adek
bilang gitu, Masuk kamar sana, terus mandi.
Melodi
: ( pergi dengan wajah tertekuk )
Renternir : Hey marni,
Ramijan, Keluar!!!!! ( sambil marah – marah )
Giska
: ada apa ya kok teriak – teriak dirumah
orang?
Renternir : mana orang tuamu. ? saya mau menagih hutang
nya yang selama 12 tahun belum mereka bayar.
Giska
: Hutang??
Hutang apa??
Ibu : ( dari dalam rumah dan menjawab) maafkan saya koh, saya belum bisa
bayar, suami saya belum pulang dari merantau . kassih saya waktu
beberapa bulan lagi.
Giska : kok ibu gag cerita sama giska kalau ibu punya
hutang sama koh renternir ini. (menyaut pembicaraan ibu)
Renternir : waktu kau
bilang???!! Macam mana minta waktu lagi.
Hutangmu sudah 12 tahun belum kau bayar marni, .
giska : berapa sih hutang ibu?? (menyaut koh lee)
Renternir : 20 jta!!!!
Giska : hah??Sebanyak itu? Mana mungkin.
Memang ibu gunakan untuk apa hutang sebanyak itu?
Ibu : untuk persalinan ibu ketika melahirkan melodi dulu. Anak itu memang nyusahin
(
semakin membenci melodi )
Renternir : jadi kapan
kau akan membayar marni. ??
Giska :
maaf koh, untuk sekarang ibu belum bisa membayar. Berilah ibu waktu.
Ibu : iya koh lee.
Kasih saya waktu, saya akan bekerja keras menyicilnya, lihat lah jahitan saya juga sepi, Giska juga baru saja dipecat dari pabrik.
Renternir : ya sudah,
saya kasih waktu 1 bulan, sekali tidak mencicil, saya akan
ambil anak mu untuk
bekerja dirumah ku..
ibu : iya koh, saya janji akan mencicil
, lagi pula suami saya bulan depan pulang
dari merantau.
Renternir : ya sudah saya
kembali bulan depan.
( langsung pergi
meninggal kan rumah marni. )
Ibu : iya koh, terima kasih.
Giska : dengan apa
kita membayar, bu? Saya takut, bila jatuh
tempo, kita tak punya uang ,
Ibu : sudah tenang saja, kita kerja keras
ngumpulin uang.
Melodi : kak? Ada apa
kok tadi rame begitu. .??
Marni : (meninggal
kan melodi dan giska )
giska : tak ada apa – apa dek,
giska : tak ada apa – apa dek,
Melodi : tapi kenapa
wajah kakak dan ibu kelihatan tegang?.
Giska : sudah tak apa2.. ayo kita makan dan
tidur.
Melodi : sepertinya
kakak mnyembunyikan sesuatu dari saya.
( berbicara pelan), .
Kring kring... (ada kabar dari rumah sakit
bahwa suami marni jatuh ke jurang saat membawa batubara.)
Giska : ayahhhh..... ayah.... ayah... tak
mungkin. Itu pasti bukan ayah ku. (sambil
menjatuhkan telfon)
Melodi : kakak
kenapa?? Ada apa dengan ayah? (bertanya tegang)
Giska : tadi saya
dapat telfon, katanya ayah jatuh ke jurang waktu nyupir batu bara dek. :’(
Melodi : ayah.. ( sambil terjatuh ). Gak mungkin ....
Gak mungkin.. bagaimana keadaan ayah kak?
Giska
: katanya, ayah
belum ketemu sampai sekarang.
Ibu : ada apa ini?.
Saya dengar kok nyebut nyebut nama ayah.
Memang ayah pulang?
Giska : ayah kecelakaan
bu, masuk jurang, dan sampai sekarang belum di temukan.
Ibu : ayah??... gak
mungkin. Ayah bilang akan selalu bersama ibu sampai kapan pun, kenapa dia tega ninggalin ibu ,
giska : ini semua takdir bu, sudahlah .
mungkin ini ujian dari_Nya . kan masih ada giska & melodi bu,
Ibu : ( sambil mendorong melodi ) ini semua gara- gara kamu. Kamu memang
anak pembawa sial, gara2 kamu ayah pergi. sekarang gimana dengan hidup kita?
Giska : sudah bu,
semua sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, jangan salahkan melodi.
Melodi : sudah kak, tak
apa. Biarkan ibu meluapkan emosinya pada melodi,. melodi ikhlas Diperlakukan
begini. Melodi memang selalu salah dimata ibu, terus saja bu, salahkan melodi.
(sambil menangis )
Ibu : ( marah2 tak jelas , menangis dan pergi meninggalkan melodi & Giska
)
Giska : ( sambil membangunkan melodi yang terjatuh
) “ sudah – sudah mel, ayo bangun,
tak usah
kau pikirkan omongan ibu, mungkin ibu
lagi kebingungan & sedih karena ayah
belum ditemukan.”
Melodi : kak... kenapa ayah pergi meninggalkan kita , melodi
takut jika ibu semakin membenciku setelah ayah tak
ada nanti, . terus melodi gimana kak?
Giska : kan ada kakak dek, adek sekarang harus
kerja keras, mencari uang untuk makan. Kakak juga demikian. Adek
kan tau kalau ibu punya hutang pada koh lee.
Melodi
: iya kak,
melodi akan bekerja.
Giska : kakak kekamar ibu dulu ya, mau lihat
keadaan ibu sekalian nenangin hati ibu. ( lalu pergi kekamar
ibu )
Melodi : iya kak,. sekarang aku harus kerja
keras untuk hidup. Apa saya ngamen saja ya, dengan bermodalkan suara dan tutup kaleng, pasti
saya bisa dapat uang untuk makan saya, ibu & kakak ( bicara sendiri ) .
Renternir : Marni,
Rajiman??? Keluar,.sekarang sudah jatuh
tempo. Bayar kau punya hutang... !! tak mau
aku menunggu lagi.
(
sambil marah – marah )
Ibu :
koh, kasih saya waktu, keluarga ku baru saja tertimpa musibah. suamiku
baru saja kecelakaan. Dan sampai
sekarang belum ditemukan.
Renternir : tak mau tau aku dengan semua itu. Hutang mu
sudah 12 tahun marni,!! Bayar sekarang
kau punya hutang !!
Ibu : maaf koh, saya belum ada uang
untuk mencicil. Kasih saya waktu ( sambil
memelas pada koh lee )
Renternir : tak ada waktu lagi kau marni. terlalu lama aku menunggu. Sebagai gantinya kuambil anak
mu untuk bekerja dirumah ku ..
Giska : (
muncul dari kamar ) ada apa bu, kok ribut-ribut begini. Hah koh lee.. !
pasti mau menagih
hutang (kaget & bicara pelan).
Renternir : mana anak mu? Kemari kau. Ikut oe . ku tawan
kau jadi pembantu.
Marni :
jangan anak ku, biar saya saja.
Giska
: aku tak mau
bu, giska takut ikut koh lee!
Rentenir : ayo cepat ,! simpan
saja kau punya mulut. Tak usah banyak cakap. ( sambil menarik tangan giska dan pergi meninggalkan rumah marni ).
Ibu : koh lee jangan bawa pergi anak
ku. !!! ( sambiil menangis) maafkan ibu nak. Semua gara gara
anak itu. Sekarang dimana dia??
Melodi
:
assalamualaikum... ( dengan hati gembira
)
Ibu : dari mana kau, ?lihatlah apa
yang terjadi pada kakakmu, ? diambil koh lee. Senang kan? Anak biadab. ( sambil menampar melodi )
melodi
: maafkan melodi
bu, melodi habis dari................
Ibu : tak usah kau bicara lagi. Ibu
benci dengan semua ini.
(
memotong pembicaraan melodi dan pergi).
Melodi : ya tuhan,
kenapa ibu semakin membenciku. Ia tak pernah tau apa yang telah ku lakukan
tadi. Aku bekerja
keras, ngamen untuk ibu. Kenapa tak pernah dihargai sedikitpun. Sekarang aku sendiri.
Lengkaplah hidup ku, ayah sampai sekarang belum ditemukan, kakak diambil koh
lee dan ibu,...dan ibu....?? semakin membenciku.
Murni :nduwun. Nyuwun sewu..
Siti : heh,
iki ora neng njawa.tapi neng kutha. Basa mu kui o.. ora mudeng wong kene.
Murni : hehehe... iyo
yo iyo... lali aku ti, eling ku iki neng njawa. Sepurane ya...
Melodi : kalian pada bicara apa sih?
(
wajah bingung melhat mereka usik
sendiri)
Murni : nga.. nga...
ngaamen yok (sambil mengajak melodi )
(melodi
pun ngamen sama teman-temannya . di tengah ngamennya, melodi mencoba membuat lagu sediki demi sedikit,
sekedar untuk membuat ibunya merasa bahagia.)
Ibu : ( sambil marah ) “ anak itu kemana lagi, tak pernah sedikitpun membantuku.
Anak biadab. Menyesal aku telah
melahirkan dia kedunia”. ,,........Tapi benarkah aku , jika selalu marah padanya??..
semua juga tak salah dia. Tapi dia pun
tak pernah memikirkanku, sudah mnjadi takdir , aku membencinya.”
Melodi : bu, ibu... aku
pulang, ini ada sedikit uang untuk mencicil hutang koh lee,,siapa tau kakak
dibebaskan..
Ibu : habis dari mana ??.., kluyuran
saja kerjaanmu . Apa sudah malas hidup dirumah?.. jikka iya, kenapa
tak pergi saja kau, muak aku melihat
mu,..
Melodi : ibu....??? ( sambil menangis ). tega ibu padaku. Ini anak mu bu, yang telah
kau lahirkan dari
rahim mu, . begitu bencinya ibu pada
anak mu ini.. mengapa dulu aku ibu lahirkan. Kenapa tak kau bunuh saja aku ketika masih didalam kandungan, Jika
akhirnya kau sia-siakan hidup
ku yang hanya
sebentar ini. Sakit bu rasanya...
Ibu :
aku memang tak suka kehadiranmu,
tuhan tak adil, sengsara terus yang ku derita selama ini. .
Melodi : maafkan melodi bu, jika melodi hanya membuat
ibu merasa menderita, kehadiran melodi memang tak
diharapkan... Tapi pantaskah jika seorang ibu tak pernah sedikit pun memberi kasih
sayang pada anaknya?,..... melodi tak mau apa-apa dari ibu, hanya satu yang ku
inginkan melodi hanya mau ibu
mandikan. Sekali saja bu, jika akhirnya nanti setelah itu aku diambil sang
pencipta, aku rela..
Ibu : sudikah aku melakukan itu??? TIDAK....
Giska : assalamualaikum.. ibu, melodi.. giska pulang...
Ibu : giska????... (dengan gembira )
Melodi : kakak... (mau memeluk sang kakak, tetapi didorong ibu
sambil menangis )
Giska
: ibu..,. kenapa melodi didorong?
Kasihan kan , dia terjatuh??
Ibu : sudah lupakan saja . gara-gara
dia kamu diambil koh Lee. Tapi, kok kamu bisa bebas? Bukan kah
Koh Lee menyandramu untuk bekerja dirumah nya?
Giska : Koh Lee memberiku waktu 1minggu
sekali untuk pulang bu, giska pun tak tau, kenapa Koh Lee menjadi baik pada ku, sepertinya ada sesuatu. Tapi tak
usah dipikir, yang penting giska Senang bisa pulang dan ketemu ibu.
Ibu
: apa karena
anak itu ya (sambil bicara pelan )
Giska
: ibu bicara apa?? Kok
bisik-bisik...!!
Melodi : kak, melodi senang kakak boleh pulang,
jadi melodi tak usah khawatir, selepas melodi pergi nanti.
Kak giska yang merawat & menjaga ibu. Sesungguhnya sayang & rindu
melodi hanya untuk ibu.
Giska : dengarkan seruan anak mu itu bu,
apakah ibu tak tersentuh dengan kata2nya?
Ia begitu tulus mengucapkannya bu
Ibu : (merasa sedikit berifikir – fikir dengan ucapan melodi dan meninggalkan
melodi & giska)
Melodi : sudahlah kak, mungkin ibu belum mau
membuka hatinya untuk melodi.
Giska : ini kenapa tangan mu? Kamu habis jatuh
ya?
Melodi : iya kak, kemaren waktu ngamen sama
temen, aku diserempet mobil.tapi udah gapapa kok,
Giska : bener? Tapi ini parah lo dek.
Melodi : iya kak. Ini gag sakit kok. Tapi mata
melodi yang akhir-akhir ini mulai perih dan terasa sakit kak.
Giska : mungkin terkena debu saat ngamen
dek. Maafin kakak ya, adek jadi ngamen untuk memenuhi
kebutuhan hidup.(sambil memeluk melodi )
........musik.......
melodi : (sambil
nangis) “Melodi akan pergi kak, jaga ibu untuk melodi. Kutitipkan rindu
kepada ibu diatas tikar
bersamaku nanti”
giska : melodi akan tetap hidup bersama
kakak & ibu sampai tua. Tak usah berfikir yang aneh-aneh.
Melodi : tapi melodi
saat ini sedang sakit, dan mungkin tak tertolong lagi. hanya kak giska yang tau
kondisiku.aku
sudah tak kuat menahannya sendiri. Maafkan melodi jika selama hidup banyak salah
sama kak giska.disaksikan senja yang akan
berganti malam ini , aku rela bila harus
dibawa malaikat ke dunia yang
berbeda.
Giska : senja hari ini bukanlah senja
terakhir untuk mu dek, malam –malam nanti akan terasa lebih indah untuk mu.
Malaikat pun pasti enggan, membawa mu
kedunia yang berbeda saat ini.
Melodi : saat aku pergi cukup nyanyikan lagu
“timang-timang “untuk ku. Aku pengen ibu yang Menyanyikannya.kutitip
kan surat untuk ibu. Berikan setelah aku tiada nanti..
(berhembuslah nafas melodi untuk yang
terakhir kali setelah merasakan sakit pada mata dan punggungnya)
Giska :
melodi...........................!!!!!!!!!!!! kenapa malam ini kau jadikan malam
terakhir. .
Ibu : melodi kenapa gis?,. anak ku kenapa?
Giska :melodi sudah pergi bu. Ibu terlambat
memanggilnya anak, setelah kepergiannya.
Kini ,melodi dibawa malaikat ke dunia yang berbeda.sakit yang ia derita selama
ini, bahkan tidak ada yang tau.
Ibu : ibu tau gis, menyesal aku
membencinya. Aku baru merasakannya kini setelah ia pergi..Melodi, bangun nak,
bangun, jangan tinggalkan ibu ...
giska : sudah bu, melodi tak akan kembali,
hanya sepucuk surat yang ia titipkan
padaku.
(sambil memberikan surat titipan melodi )
Ibu : (sambil menerima surat dan membacanya)
“ Ibu..., Ibu,... Ibu,...... ingin
rasanya aku membelai rambutmu, ..mencium tanganmu ..dan,. Tidur
dipangkuanmu. ibu,.. ibu.. ibu...
sayangku, rinduku, hanya untuk mu. Meskipun dulu ketika aku masih
ada, tak pernah sekalipun aku merasakan sentuhan lembutmu, tetapi aku berharap
didunia yang berbeda nanti aku merasakan itu..dikala senja ketika aku lahir,
harapan untuk melihat dunia cerah sudah tiada. Sekarang senjapun berganti
malam, kecerahan yang aku harapkan bahkan tak pernah ada sampai kini aku
menutup mata..... dulu ayah memberi nama melodi agar aku bisa seperti suara melodi, yang merdu, lembut, &
menyentuh hati ibu. Tapi semua itu tak mampu aku lakukan maafkan melodi bu., kini
senja untuk melodi telah berganti malam yang gelap...kutitipkan rindu untuk ibu diatas tikar bersama dengan
kepergianku. Hanya satu yang aku mau, nyanyikan sebuah lagu untukku.
Melodi anakmu bu , ..Melodi sayang
ibu....
MELODI.................!!!!!!!!!
(sambil
memeluk melodi sambil menyanyikan lagu)
Langganan:
Postingan (Atom)


