Selasa, 06 November 2012

dramaku

 MELODI SENJA MALAM

KARYA . LISTYA - SMK NEGERI 1 REMBANG



          Dibawah luasnya langit jagad raya ini yg bertaburkan debu kasih sayang, dan berliku-liku jalan kehidupan. Dirinya tak pernah tersentuh lembut jari tangan Ibunda dan tak diharapkan untuk menjumpai indahnya dunia yang fana ini. hangatnya selimut kalbu,Ibunda mengimpikan seorang anak yang terlahir gagah perkasa.
Seperti senja ini di ruang tamu......
Seketika terdengar seruan lagu bersenandung rindu ..!!!
Melodi        :” Lagu itu.... mengapa tak pernah ku dengar ibu yang menyanyikan untuk ku..”
Mengapa ibu tak pernah sedetikpun memperhatikanku,  lembutnya sentuhan itu hampir tak pernah aku dapatkan selama aku hidup 12 tahun . ibu –pun tak pernah menganggap aku ada,..” ( sesaat ketika mendengarkan lagu timang – timang ).
Giska          : “ jangan pernah bilang begitu! sebenarnya dihati ibu ada kamu dek, mungkin saja  saat ini ibu enggan membuka sedikit hatinya. Sejujurnya dulu ibu pengen memiliki  anak laki2, tapi perempuan yang dikasih tuhan untuknya, Sudah masih ada kakak kan dik.”
Melodi        : Tapi kak... sejak kecil ibu jarang merawat ku, jangankan menggendongku.  Bahkan diwaktu kecil aku tak pernah sekali-pun dimandikan oleh ibu . haruskah aqu tak mengeluh dengan semua itu kak??
Giska           : Sudah dek, sabar  !!! suatu saat nanti pasti ada waktu tersendiri untuk ibu bisa membuka hatinya.
Melodi        :  Apakah besok,..  setelah kepergian ku , dan setelah tuhan mengambil ku, apakah ibu baru  akan sayang padaku?
Giska            : dek, jaga bicaramu, kakak tak suka adek bilang gitu, Masuk kamar sana, terus mandi.
Melodi        : ( pergi dengan wajah tertekuk )
Renternir    : Hey marni, Ramijan, Keluar!!!!!  ( sambil marah – marah )
Giska           : ada apa ya kok teriak – teriak dirumah orang?
Renternir    :  mana orang tuamu. ? saya mau menagih hutang nya yang selama 12 tahun belum  mereka bayar.
Giska           : Hutang??  Hutang apa??
Ibu              : ( dari dalam rumah dan menjawab) maafkan saya koh, saya belum bisa bayar, suami saya    belum  pulang dari merantau . kassih saya waktu beberapa bulan lagi.
Giska          :  kok ibu gag cerita sama giska kalau ibu punya hutang sama koh renternir ini. (menyaut pembicaraan ibu)

Renternir    : waktu kau bilang???!!  Macam mana minta waktu lagi. Hutangmu sudah 12 tahun belum kau bayar marni, .
giska           : berapa sih hutang ibu?? (menyaut koh lee)
Renternir    : 20 jta!!!!
Giska          : hah??Sebanyak itu? Mana mungkin. Memang ibu gunakan untuk apa hutang sebanyak itu?
Ibu               : untuk persalinan ibu  ketika melahirkan melodi dulu. Anak itu    memang nyusahin
 ( semakin  membenci melodi )
Renternir    : jadi kapan kau akan membayar marni. ??
Giska           : maaf koh, untuk sekarang ibu belum bisa membayar.  Berilah ibu waktu.
Ibu              : iya koh lee. Kasih saya waktu, saya akan bekerja keras menyicilnya, lihat lah jahitan saya juga  sepi, Giska  juga baru saja dipecat dari pabrik.
Renternir    : ya sudah, saya kasih waktu 1 bulan, sekali tidak mencicil, saya akan ambil anak mu untuk
                   bekerja dirumah ku..
ibu              : iya koh, saya janji akan mencicil , lagi pula suami saya bulan depan pulang dari merantau.
Renternir    : ya sudah saya kembali bulan depan.
 ( langsung pergi meninggal kan rumah marni. )
Ibu              : iya koh, terima kasih.
Giska          : dengan apa kita membayar,  bu? Saya takut, bila jatuh tempo, kita tak punya uang ,
Ibu              : sudah tenang saja, kita kerja keras ngumpulin uang.
Melodi        : kak? Ada apa kok tadi rame begitu. .??
Marni          : (meninggal kan melodi dan giska )
giska
          : tak ada apa – apa dek,
Melodi        : tapi kenapa wajah kakak dan ibu kelihatan tegang?.
Giska           : sudah tak apa2.. ayo kita makan dan tidur.
Melodi        : sepertinya kakak mnyembunyikan sesuatu dari saya.
( berbicara pelan), .
Kring kring...  (ada kabar dari rumah sakit bahwa suami marni jatuh ke jurang saat membawa batubara.)
Giska          : ayahhhh..... ayah.... ayah... tak mungkin.  Itu pasti bukan ayah ku.  (sambil menjatuhkan telfon)
Melodi        : kakak kenapa??  Ada apa dengan ayah? (bertanya tegang)
Giska          : tadi saya dapat telfon, katanya ayah jatuh ke jurang waktu nyupir batu bara dek.  :’(
Melodi        : ayah.. ( sambil terjatuh ). Gak mungkin .... Gak mungkin.. bagaimana keadaan ayah kak?
Giska          : katanya, ayah belum ketemu sampai sekarang.
Ibu              : ada apa ini?. Saya dengar  kok nyebut nyebut nama ayah. Memang ayah pulang?
Giska          : ayah kecelakaan bu, masuk jurang, dan sampai sekarang belum di temukan.
Ibu              : ayah??... gak mungkin. Ayah bilang akan selalu bersama ibu sampai kapan pun, kenapa dia tega ninggalin     ibu ,
giska           : ini semua takdir bu, sudahlah . mungkin ini ujian dari_Nya . kan masih ada giska & melodi bu,
Ibu              : ( sambil mendorong melodi ) ini semua gara- gara kamu. Kamu memang anak pembawa sial, gara2 kamu ayah pergi. sekarang gimana dengan hidup kita?
Giska          : sudah bu, semua sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, jangan salahkan melodi.
Melodi        : sudah kak, tak apa. Biarkan ibu meluapkan emosinya pada melodi,. melodi ikhlas Diperlakukan begini. Melodi memang selalu salah dimata ibu, terus saja bu, salahkan melodi.
                   (sambil menangis )
Ibu              : ( marah2 tak jelas , menangis dan pergi meninggalkan melodi & Giska )
Giska          : ( sambil membangunkan melodi yang terjatuh ) “ sudah – sudah mel, ayo bangun,  tak usah
kau pikirkan omongan ibu, mungkin ibu lagi  kebingungan & sedih karena ayah belum ditemukan.”
Melodi        :  kak... kenapa ayah pergi meninggalkan kita , melodi takut jika ibu semakin membenciku setelah ayah tak ada nanti, . terus melodi gimana kak?
Giska          : kan ada kakak dek, adek sekarang harus kerja keras, mencari uang untuk makan. Kakak juga demikian. Adek kan tau kalau ibu punya hutang pada koh lee.
Melodi        : iya kak, melodi akan bekerja.
Giska          : kakak kekamar ibu dulu ya, mau lihat keadaan ibu sekalian nenangin hati ibu. ( lalu pergi kekamar ibu )
Melodi        : iya kak,. sekarang aku harus kerja keras untuk hidup. Apa saya ngamen saja ya, dengan   bermodalkan suara dan tutup kaleng, pasti saya bisa dapat uang untuk makan saya, ibu & kakak ( bicara sendiri  ) .
Renternir    : Marni, Rajiman??? Keluar,.sekarang  sudah jatuh tempo. Bayar kau punya hutang... !! tak  mau aku menunggu lagi.
( sambil marah – marah )
Ibu              :  koh, kasih saya waktu, keluarga ku baru saja tertimpa musibah. suamiku baru saja       kecelakaan. Dan sampai sekarang belum ditemukan.
Renternir    :  tak mau tau aku dengan semua itu. Hutang mu sudah 12 tahun marni,!!  Bayar sekarang kau punya hutang !!
Ibu              : maaf koh, saya belum ada uang untuk mencicil. Kasih saya waktu ( sambil memelas pada koh lee )
Renternir    :  tak ada waktu lagi kau  marni. terlalu  lama aku menunggu. Sebagai gantinya kuambil anak mu untuk bekerja dirumah ku ..
Giska          : ( muncul dari kamar ) ada apa bu, kok ribut-ribut begini. Hah koh lee.. ! pasti mau menagih
hutang (kaget  & bicara pelan).
Renternir    :  mana anak mu? Kemari kau. Ikut oe . ku tawan kau jadi pembantu.
 Marni         : jangan anak ku, biar saya saja.
Giska          : aku tak mau bu, giska takut ikut koh lee!
Rentenir      : ayo cepat ,! simpan saja kau punya mulut. Tak usah banyak cakap. ( sambil menarik tangan giska  dan pergi meninggalkan rumah marni ).
Ibu              : koh lee jangan bawa pergi anak ku.  !!! ( sambiil menangis) maafkan ibu nak. Semua gara gara anak itu. Sekarang dimana dia??  
Melodi        : assalamualaikum... ( dengan hati gembira )
Ibu              : dari mana kau, ?lihatlah apa yang terjadi pada kakakmu, ? diambil koh lee. Senang kan? Anak biadab. ( sambil menampar melodi )
melodi         : maafkan melodi bu, melodi habis dari................
Ibu              : tak usah kau bicara lagi. Ibu benci dengan semua ini.
( memotong pembicaraan melodi dan pergi).
Melodi        : ya tuhan, kenapa ibu semakin membenciku. Ia tak pernah tau apa yang telah ku lakukan tadi. Aku  bekerja keras, ngamen untuk ibu. Kenapa tak pernah dihargai sedikitpun.  Sekarang aku sendiri. Lengkaplah hidup ku, ayah sampai sekarang belum ditemukan, kakak diambil koh lee dan ibu,...dan ibu....?? semakin membenciku.
Murni         :nduwun. Nyuwun sewu..
Siti              : heh, iki ora neng njawa.tapi neng kutha. Basa mu kui o.. ora mudeng wong kene.
Murni         : hehehe... iyo yo iyo... lali aku ti, eling ku iki neng njawa. Sepurane ya...
Melodi        : kalian pada bicara apa sih?
( wajah bingung  melhat mereka usik sendiri)
Murni                   : nga.. nga... ngaamen yok (sambil mengajak melodi )
(melodi pun ngamen sama teman-temannya . di tengah ngamennya, melodi  mencoba membuat lagu sediki demi sedikit, sekedar untuk membuat ibunya merasa bahagia.)
Ibu              : ( sambil marah ) “ anak itu kemana lagi, tak pernah sedikitpun membantuku. Anak biadab. Menyesal aku  telah melahirkan dia kedunia”. ,,........Tapi benarkah aku , jika selalu marah padanya??.. semua juga tak salah dia. Tapi  dia pun tak pernah memikirkanku, sudah mnjadi takdir , aku membencinya.”
Melodi        : bu, ibu... aku pulang, ini ada sedikit uang untuk mencicil hutang koh lee,,siapa tau kakak
dibebaskan..
Ibu              : habis dari mana ??.., kluyuran saja kerjaanmu . Apa sudah malas hidup dirumah?.. jikka iya, kenapa tak pergi saja kau, muak  aku melihat mu,..
Melodi        : ibu....??? ( sambil menangis ).  tega ibu padaku. Ini anak mu bu, yang telah kau lahirkan dari
rahim mu, . begitu bencinya ibu pada anak mu ini.. mengapa dulu aku ibu lahirkan. Kenapa  tak kau bunuh saja aku ketika masih didalam kandungan, Jika akhirnya kau sia-siakan hidup
ku yang hanya sebentar ini. Sakit bu rasanya...
Ibu              :  aku memang tak  suka kehadiranmu, tuhan tak adil, sengsara terus yang ku derita selama ini. .
Melodi        :  maafkan melodi bu, jika melodi hanya membuat ibu merasa menderita, kehadiran melodi memang tak diharapkan... Tapi pantaskah jika seorang ibu tak pernah sedikit pun memberi kasih sayang pada anaknya?,..... melodi tak mau apa-apa dari ibu, hanya satu yang ku inginkan          melodi hanya mau ibu mandikan. Sekali saja bu, jika akhirnya nanti setelah itu aku diambil sang pencipta, aku rela..
Ibu             : sudikah aku melakukan itu??? TIDAK....
Giska          : assalamualaikum.. ibu, melodi.. giska  pulang...
Ibu             : giska????... (dengan gembira )
Melodi        : kakak... (mau memeluk sang kakak, tetapi didorong ibu sambil menangis )
Giska          : ibu..,. kenapa melodi didorong? Kasihan kan , dia terjatuh??
Ibu              : sudah lupakan saja . gara-gara dia kamu diambil koh Lee. Tapi, kok kamu bisa bebas? Bukan kah Koh Lee menyandramu untuk bekerja dirumah nya?
Giska          : Koh Lee memberiku waktu 1minggu sekali untuk pulang bu, giska pun tak tau, kenapa Koh          Lee menjadi baik pada ku, sepertinya ada sesuatu. Tapi tak usah dipikir, yang penting giska Senang    bisa pulang dan ketemu ibu.
Ibu              : apa karena anak itu ya (sambil bicara pelan )
Giska          : ibu bicara apa?? Kok bisik-bisik...!!
Melodi        : kak, melodi senang kakak boleh pulang, jadi melodi tak usah khawatir, selepas melodi pergi nanti. Kak giska yang merawat & menjaga ibu. Sesungguhnya sayang & rindu melodi hanya untuk ibu.
Giska          : dengarkan seruan anak mu itu bu, apakah ibu tak tersentuh  dengan kata2nya? Ia begitu tulus mengucapkannya bu
Ibu              : (merasa sedikit berifikir – fikir dengan ucapan melodi dan meninggalkan melodi & giska)
Melodi        : sudahlah kak, mungkin ibu belum mau membuka hatinya untuk melodi.
Giska           : ini kenapa tangan mu? Kamu habis jatuh ya?
Melodi        : iya kak, kemaren waktu ngamen sama temen, aku diserempet mobil.tapi udah gapapa kok,
Giska           : bener? Tapi ini parah lo dek.
Melodi        : iya kak. Ini gag sakit kok. Tapi mata melodi yang akhir-akhir ini mulai perih dan terasa sakit kak.
Giska          : mungkin terkena debu saat ngamen dek. Maafin kakak ya, adek jadi ngamen untuk memenuhi kebutuhan hidup.(sambil memeluk melodi )
........musik.......
melodi         : (sambil nangis) “Melodi akan pergi kak, jaga ibu untuk melodi. Kutitipkan rindu kepada ibu diatas tikar  bersamaku  nanti”
giska           : melodi akan tetap hidup bersama kakak & ibu sampai tua. Tak usah berfikir yang aneh-aneh.
Melodi        : tapi melodi saat ini sedang sakit, dan mungkin tak tertolong lagi. hanya kak giska yang tau  kondisiku.aku sudah tak kuat menahannya sendiri. Maafkan melodi jika selama hidup banyak salah sama kak giska.disaksikan senja yang akan  berganti malam ini , aku rela bila harus  dibawa  malaikat ke dunia yang berbeda.
Giska          : senja hari ini bukanlah senja terakhir untuk mu dek, malam –malam nanti akan terasa lebih indah untuk mu. Malaikat pun pasti enggan,  membawa mu kedunia yang berbeda saat ini.
Melodi        : saat aku pergi cukup nyanyikan lagu “timang-timang “untuk ku. Aku pengen ibu yang Menyanyikannya.kutitip kan surat untuk ibu. Berikan setelah aku tiada nanti..
(berhembuslah nafas melodi untuk yang terakhir kali setelah merasakan sakit pada mata dan punggungnya)
Giska          : melodi...........................!!!!!!!!!!!! kenapa malam ini kau jadikan malam terakhir. .
Ibu              : melodi kenapa gis?,. anak ku kenapa?

Giska          :melodi sudah pergi bu. Ibu terlambat memanggilnya anak,  setelah kepergiannya. Kini ,melodi dibawa malaikat ke dunia yang berbeda.sakit yang ia derita selama ini, bahkan tidak ada yang tau.
Ibu              : ibu tau gis, menyesal aku membencinya. Aku baru merasakannya kini setelah ia pergi..Melodi, bangun nak, bangun, jangan tinggalkan ibu ...
giska           : sudah bu, melodi tak akan kembali, hanya sepucuk surat  yang ia titipkan padaku.
 (sambil memberikan surat titipan melodi )
Ibu              : (sambil menerima surat dan membacanya)
“ Ibu..., Ibu,... Ibu,...... ingin rasanya aku membelai rambutmu, ..mencium tanganmu ..dan,. Tidur dipangkuanmu.  ibu,.. ibu.. ibu... sayangku, rinduku, hanya untuk mu. Meskipun dulu ketika aku masih ada, tak pernah sekalipun aku merasakan sentuhan lembutmu, tetapi aku berharap didunia yang berbeda nanti aku merasakan itu..dikala senja ketika aku lahir, harapan untuk melihat dunia cerah sudah tiada. Sekarang senjapun berganti malam, kecerahan yang aku harapkan bahkan tak pernah ada sampai kini aku menutup mata..... dulu ayah memberi nama melodi agar  aku bisa seperti  suara melodi, yang merdu, lembut, & menyentuh hati ibu. Tapi semua itu tak mampu aku lakukan maafkan melodi bu., kini senja untuk melodi telah berganti malam yang gelap...kutitipkan  rindu untuk ibu diatas tikar bersama dengan kepergianku. Hanya satu yang aku mau, nyanyikan sebuah lagu untukku.  
Melodi anakmu bu , ..Melodi sayang ibu....

MELODI.................!!!!!!!!!  (sambil memeluk melodi sambil menyanyikan lagu)





2 komentar: